ads

Kampanye Berkedok Diskusi, Para Mahasiswa Meninggalkan Tempat Secara Bergiliran

Sabtu, 21 Oktober 2023 07:05 WIB - Dilihat: 23

Screenshot_2023-10-21-07-09-30-74_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

 

Jatimbebasbicara | Bojonegoro – lni Kampanye berkedok diskusi, kata-kata itulah yang diucapkan Syarif seorang mahasiswa yang pergi meninggalkan ruangan gedung universitas Bojonegoro (UNIGORO) saat acara masih berlangsung.

Syarif mengaku kalau dari awal tau seperti itu kegiatannya maka dia tidak hadir dalam kegiatan tersebut. 

“Saya kira perubahan diskusi betulan pak, tapi ternyata hanya kampanye yang berkedok diskusi, apalagi kata- dia kalau menurut saya itu kata-kata juru kampanye, juru kampanye pun kalau kampanye itu menjual produknya bukan kok menghina produk orang lain, menyebut presiden dengan kata- kata yang tidak pantas menurut saya” lanjut remaja berkacamata itu.

Kegiatan yang bertemakan Dialog Perubahan Etika Politik dan Pertumbuhan Ekonomi tersebut di gelaran siang tadi Senin (16/10/23) di salah satu gedung UNIGORO Jl. Lettu Suyitno No.2, Glendeng, Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kab. Bojonegoro, 

Kegiatan itu dihadiri oleh Rocky Gerung (Akademisi & Pengamat Politik), Saut Situmorang (Wakil Ketua KPK 2015-2019), Rafly Harun (Pengamat dan Analisis Hukum), Habil Marati (Aktivis Sosial) dan sekitar 300 orang mahasiswa.

Refly Harun dalam Berbagainya mengatakan, “sekarang banyak hal yang menyebabkan masyarakat menjadi kehilangan kepercayaan publik”

 Dengan adanya dinasti politik, ataupun pengusulan Gibran yang menjadi Cawapres, hal tsb merupakan cawe-cawe dari petinggi” terang Refly Harun 

“Hanya Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar merupakan calon yang siap dan serius dalam menghadapi Pemilu 2024 nanti” terangnya lagi

Pada pukul 12.15 WIB, acara di lanjutkan dengan penyampaian dari narasumber Saut Situmorang (Wakil Ketua KPK 2015-2019), 

Saut Situmorang menjelaskan mengenai tatanan dan perubahan negara Indonesia dari masa ke masa. Kemudian menanyakan kepada para audiensi untuk memilih siapa pilihan mengenai Pilpres 2024 nanti. 

Ia juga Menjelaskan mengenai rekam jejak dari Capres yang telah ada dan hal tsb merupakan hal terpenting. Apabila korupsi sudah terjadi, maka hal tsb tidak bisa dihapus dalam ingatan masyarakat, apabila oknum korupsi dapat menjadi bagian dari Pemerintahan lagi, maka ada cawe-cawe dari para petinggi. 

Saut Situmorang juga mengajak seluruh Mahasiswa yang hadir untuk memilih pemimpin yang cerdas dan tegas, apabila salah dalam memilih ruginya bisa 10 tahun ke depan. Yang terpenting adalah semangat dan integritas, jujur, peduli, mandiri dan adil. Indonesia harus bersih dari segala kejelekan. Maka dari itu, pilihan yang cocok dari itu semua adalah Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN)” jelasnya

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian dari Nara sumber Habil Marati (Aktivis Pemerhati Sosial), H abil Marati Mengajak berfikir audiens.

“bagaimana seorang Gibran dan Kaesang bisa menjadi petinggi di partai dan menjalankan kekuasaan di Solo, tanpa adanya cawe-cawe dari Jokowi? Hal tsb merupakan etika politik yang harus kita pelajari agar kedepannya kita dapat memahami dan memilih Pemimpin yang jelas dan cerdas” terang Habil Marati 

“Jokowi memiliki kekuasaan 10 tahun selama ini, tapi masih mencoba bermanuver dan menentukan capres pada 2024 nanti, hal tsb dapat kita lihat bahwa bagaimana Jokowi memiliki kepentingan yang sangat besar dalam hal tersebut, Seharusnya, sikap Presiden mempunyai warisan utk tidak ikut campur dalam perpolitikan untuk Pemilu 2024 nanti” terangnya lagi 

Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan bahwa Anies Baswedan adalah pilihan yang tepat.

“Presiden yang dapat kita yakini dan kita percaya, saya yakin hal tersebut ada di Anies Baswedan”

Selesai Habil maranti memberikan materi Kegiatan itu dilanjutkan dengan harmonisasi dari Yasin Kara, Yasin menyampaikan bahwa memilih pemimpin harus yang bisa mengubah bangsa.

“Memilih pemimpin yang bisa mengubah bangsa indonesia. Itulah yang akan membawa indonesia lebih baik dan merdeka, hanya satu Calon yang seperti itu, yakni Anies Baswedan” terangnya.

Yasin juga menambahkan Indonesia merupakan negara yang kaya dan sangat kaya akan SDM, sayang apabila Pemimpin kita tidak dapat memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut, maka sebagai pelajar yang nantinya memiliki peran penting, harus dapat bertanggung jawab atas sumber daya yang ada di Indonesia” pungkas anggota DPR -RI itu

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini