ads

Deklarasi Bersama Relawan Ganjar Bojonegoro, Yulianto; Demokrasi Rasa Kerajaan

Sabtu, 11 November 2023 10:04 WIB - Dilihat: 12

Screenshot_2023-11-11-21-54-12-23_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

Jatimbebasbicara.com | Bojonegoro – Deklarasi bersama relawan Ganjar-Mahfud Bojonegoro, siang tadi diselenggarakan di kafe koe jalan lisman Bojonegoro, Sabtu (11/11/23).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 60 orang ketua, sekertaris, bendahara (KSB) dari 17 simpul relawan di wilayah Bojonegoro. 

Yulianto penggagas Deklarasi bersama itu menjelaskan, diadakannya kegiatan tersebut agar saling kenal antar sesama relawan

Dalam Berbagainya Yulianto juga menjelaskan kalau dirinya dan relawan harus benar-benar bekerja keras untuk memenangkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

“Kita tidak punya pasukan khusus, kita tidak punya alat pemerintahan yang bisa ditekan, tapi kita punya otak dikepala, dan hati yang tetap merah putih dan tidak takut mati, untuk mempertahankan dan bergerak cepat menuju Indonesia maju, untuk itu kita harus bekerja keras untuk memenangkannya. pak Ganjar Pranowo sebagai presiden republik Indonesia” terangnya

Yulianto dalam kesempatan itu juga menyoroti polemik yang terjadi di Mahkamah Konstitusi saat ini.

“Walaupun kita di tingkatan paling bawah, namun kita tidak bodoh, kita paham bawa kondisi hukum dan kondisi konstitusi pun sedang diperkosa, dan dioyak-oyak dengan tujuan yang kecil, bahwa dinastilah ternyata yang akan diutamaka, karena hal itulah yang membuat hati kita, berontaknya hati kita sebagai rakyat” tegasnya

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan permasalahan yang terjadi saat ini, menurutnya pemerintahan saat ini seperti kerajaan.

Ada jeruk rasa coklat ada keripik rasa singkong, ada demokrasi Republik rasa kerajaan, ini yang kita tidak setujui, itu yang sudah pernah disampaikan senior-senior kita, seorang seniman yaitu Mbah Mustofa Bisri, dan saat itu, itu membawa korban, sang panitia sempat di intimidasi di penjara dan segala macam, kalau toh ada di Bojonegoro ini ada kekuatan yang berkuasa, mereka mengintimidasi atau menakut-nakuti, jangan takut-takuti kawan-kawan kita dari 17 organ relawan, cukup saya Yulianto yang akan siap menyumbangkan nyawanya” 

Di penghujung Berbagainya Yulianto menyampaikan pesan kepada seluruh relawan akan makna reformasi.

“Mengapa dulu kita reformasi berjuang bersama-sama memperjuangkan sebuah, yang dulu teman-teman pro demokrasi kembali lagi menjadi kerajaan, menyumbangkan kepentingan nasional hanya untuk dinasti, saya sebagai rakyat biasa, saya sebagai orang kampung, sekali lagi Tidak akan takut, dan tidak akan gentar, akan tetap sekeras apapun tekanan, saya akan tetap konsisten melawan, sekali lagi, mel awan” simpulnya 

 

 

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini